Pengoperasian Mesin Obras

Sebelumnya saya telah membahas bagian – bagian pada mesin obras dan mesin neci. Sekarang saya akan membahas tentang bagaimana cara untuk pengoperasiannya. Okay jadi sebelum mengoperasikan mesin obras, pemasangan benang harus diperhatikan, pengaturan tegangan benang sangat mempengaruhi hasil obrasan, dan mencoba hasil obrasan dengan perca kain setiap kali akan mengobras. Alat-alat  yang dibutuhkan untuk pengoperasian mesin obras adalah : Pinset, alat bantu untuk memasukkan benang pada jarum, atau pada bagian yang sulit. Tang kecil, untuk melepaskan jarum obras. Benang obras 3, 4 atau 5 sesuai keperluan. Berikut ini cara pengoperasian mesin obras.

Alat yang dibutuhkan untuk mengoperasikan mesin obras adalah:

  1. Pinset, alat bantu untuk memasukkan benang pada jarum, atau pada bagian yang sulit.

  2. Tang kecil, untuk melepaskan jarum obras.

  3. Benang obras 3, 4 atau 5 sesuai keperluan.

  4. Perca kain, untuk mencoba setikan.

Membuka, mamasang atau mengganti jarum mesin. Caranya yaitu:

  1. Naikkan jarum pada posisi tertinggi.

  2. Longgarkan baut pengikat jarum.

  3. Masukkan jarum sampai batas tertinggi.

  4. Kencangkan kembali baut jarum

Penyesuaian ukuran jarum mesin dan ukuran benang untuk bahan/kain:

Memasang benang pada mesin obras

Untuk mencoba mesin obras, gunakan warna benang yang berbeda untuk mengetahui dan memudahkan dalam pengecekan hasil setikan dari benang mana yang kurang bagus.

 Keterangan gambar :
Benang 1 dan 2, menunjukkan Over looper (pembentuk loop atas)
Benang 3 dan 4, menunjukkan Over lock (jarum over lock/obras)
Benang 5, menunjukkan Under lopper (pembentuk loop bawah)

Pemasangan benang over lock 1 dan 2 (Right – Left)
Untuk mengganti benang pada over locker, maka benang dicabut dari jarum. Benang dipotong pada tempatnya dan diganti dengan warna yang diinginkan. Benang yang baru diikat pada benang yang telah ada pada mesin dan ditarik secara perlahan, sementara tension disc dilonggarkan agar benang dapat lepas tanpa hambatan. Yakinkan bahwa benang telah aman dan mempunyai simpul-simpul yang cukup kecil sehingga dapat melewati looper. Pemasangan benang over lock dimulai dari looper ke-1.

Pemasangan benang safety stitch – benang 4
Jeratan dihasilkan oleh mesin jahit yang berkelanjutan dari dua baris paralel jahitan yang terpisah, dalam jarak tertentu. Satu baris overedge (jeratan), baris lainnya adalah jahitan, yang berarti benang ganda. Jahitan ini digunakan untuk :

  1. Menggabungkan keliman garmen-garmen rajutan

  2. Menggabungkan keliman pada pakaian renang

  3. Keliman belakang girdles dan pakaian dalam

  4. Menggabungkan dan menyempurnakan keliman pada pakaian olahraga dan pakaian kerja

  5. Menggabungkan dan menyempurnakan keliman pada garmen yang mudah kusut

  6. Jahitan penutup (finish) untuk pinggiran kain

Formasi jahitan, ukuran, potongan dan jarak beragam sesuai dengan mesin-mesin yang berbeda. Penambahan kampuh ditujukan agar supaya jahitan tidak slip.

Pemasangan benang safety stitch – benang 5
Bagian jeratan pengaman terbuat dari dua helai benang, dan untuk menjahit bagian ini, maka dijahit dari arah kanan ke kiri. Diagram di bawah ini menunjukkan area threading (bagian untuk pemasangan benang) untuk safetych dan overlock. Pada tahap ini jarum underlooper, overlooper, dan overlock. Bagian yang perlu dipasang benang untuk pembentukan jeratan pengaman adalah :

  1. Chain needle (jarum rantai)

  2. Chain looper (pembentuk rantai loop)

​Pengoperasian Mesin Obras:

  1. Hubungkan kabel dynamo dengan stop kontak.

  2. Hindari untuk menyalakan mesin.

  3. Angkat sepatu mesin dengan menginjak pedal sebelah kiri.

  4. Letakkan bagian tepi bahan yang akan di obras, beri kelonggaran sekalian untuk merapikan pinggiran bahan.

  5. Nyalakan mesin dengan menekan tombol ON.

  6. Perlahan-lahan injak dynamo mesin dengan hati-hati.

  7. Perhatikan posisi tangan,tangan tidak menahan bahan/kain, tetapi mengikutinya, tangan kiri untuk memegang kain yang telah diobras dan tangan kanan untuk bahan/kain yang belum diobras.

  8. Bila hasil obrasan kurang bagus, maka yang harus diubah adalah tegangan benangnya.

  9. Untuk mengencangkan benang, maka tegangan benang diputar kekanan

  10. Bila melonggarkan, tegangan benang diputar kekiri.

  11. Bila hasil obrasan benang bagian depan pendek, maka tegangan benang bagian depan dilonggarkan (diputar kekiri).

  12. Bila obrasan sudah selesai, guntinglah sisa hasil obrasan tersebut dibagian pinggir bahan.

  13. Setelah selesai mencoba, cabut/lepaskan kabel dynamo, bersihkan mesin dari sisa-sisa bahan dan benang.

  14. Cabut/lepaskan benang dengan cara menggunting 25 cm dari mesin

  15. Minyaki mesin dengan minyak mesin obras letakkan perca kain dibawah sepatu mesin.

  16. Tutup mesin dengan penutup mesin.

Mengganti Benang pada Mesin Obras:

  1. Untuk mengganti benang pada over locker, maka benang dicabut dari jarum.

  2. Benang dipotong pada tempatnya dan diganti dengan warna yang diinginkan.

  3. Benang yang barudiikatpadabenang yang telah ada pada mesin dan ditarik secara perlahan, sementara tension disc dilonggarkan agar benang dapat lepas tanpa hambatan.

  4. Yakinkan bahwa benang telah aman dan mempunyai simpul-simpul yang cukup kecil sehingga dapat melewati looper. Pemasangan benang over lock dimulai dari looper ke-1.

 

Sumber : https://www.mesinjahitonline.com/single-post/2017/06/24/Pengoperasian-Mesin-Obras

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s